Mengenal Fungsi Check Valve Dan Cara Kerjanya

Mengenal Fungsi Check Valve Dan Cara Kerjanya

Valve atau yang dikenall dengan katup adalah salah satu komponen mesin yang terdiri dari beberapa varian, dan salah satunya check valve. Fungsi check valve ini untuk mengatur dan mengontrol aliran fluida pada kendaraan baik yang berupa cairan atau gas melalui pipa atau tubing.

Secara umum, jenis valve atau katup sendiri terdiri dari globe valve, gate valve, butterfly valve, ball valve, dan check valve. Lalu apa saja fungsi-fungsi katup tersebut? Dan bagaimana mekanisme kerjanya dalam suatu perangkat mesin? Simak ulasannya di bawah ini.

Pengertian Check Valve

fungsi check valve aerator

Check valve ini juga dikenal dengan nama Non-Return Valve. Pengertian check valve yaitu alat katup yang digunakan dalam mengatur fluida (cair atau gas) dengan mengalirkannya ke satu arah saja. Selain itu, komponen ini juga berfungsi mencegah aliran ke arah sebaliknya (backflow).

Check valve biasanya dipasang di atas pompa hidrolik. Pemasangan tersebut bertujuan untuk mencegah aliran fluida terbalik yang bisa menyebabkan pompa rusak akibat kinerja pompa yang semakin besar atau berat.

Bentuk check valve ini persis seperti jamur segi enam yang memanjang. Pada bagian luarnya terdapat gambar anak panah dan ukuran tekanan. Gambar anak panah tersebut berguna untuk menunjukkan arah aliran fluida. Kompresor erat kaitannya dengan alat ini

Sedangkan gambar ukuran tekanan berguna untuk menginformasikan tentang ukuran tekanan maksimal yang bisa diterima oleh check valve. Komponen check valve cukup sederhana, yaitu terdiri dari pegas tekanan, seal, dan pembuka serta penutup lubang.

Check valve tidak memiliki handle untuk mengontrol aliran fluida, namun memanfaatkan gaya gravitasi dan tekanan dari aliran fluida tersebut. Check valve sering digunakan sebagai pengaman dari peralatan dalam sistem perpipaan.

Fungsi Penting Check Valve

fungsi check valve pada kompresor

Setelah mengetahui pengertian komponen ini, lalu apakah sebenarnya fungsinya? Jika belum mengetahuinya secara spesifik, Anda juga perlu mempelajari hal ini. Alarm juga menjadi faktor penting, agar bisa mendeteksi kerusakan.

Selain mengatur, mengarahkan, dan mengontrol aliran fluida dari pipa atau tubing, check valve juga berfungsi untuk banyak hal lain. Pemasangan check valve pada sistem perpipaan dapat memudahkan pengaturan aliran fluida dari beberapa pipa sekaligus secara otomatis.

Fungsi check valve secara umum sebenarnya mirip dengan stopkran. Yang dimaksud adalah membuka, menghentikan, atau menutup jalur aliran air pada pipa. Pada stopkran kegiatan tersebut harus dilakukan secara manual. Fungsinya juga mengeluarkan CO2 agar terbuang.

Hal ini akan berbeda dengan check valve yang dapat mengendalikan kekuatan tekanan aliran secara otomatis. Anda tidak perlu membuka atau menutup saluran aliran secara manual, karena check valve bisa bekerja otomatis jika sudah dipasang dengan benar.

Jenis-Jenis Check Valve

Ada beberapa jenis check valve yang dikenal dalam sistem perpipaan silinder. Lebih tepatnya ada 6 jenis check valve yang perlu Anda ketahui. Berikut diantaranya.

  • Lift Check Valve

Jika dilihat dari konfigurasinya, jenis check valve ini hampir sama dengan globe valve. Hal yang membedakan adalah putarannya. Pada lift check valve ini putarannya tidak bisa dimanipulasi. Jenis check valve yang pertama ini materialnya berasal dari logam. Kadang double juga, agar saling menggantikan.

Sisi luar dan dalam dari lift check valve dipisahkan oleh plug. Plug tersebut berbentuk kerucut dan berada di posisi dudukan. Fungsi plug selain untuk memisahkan komponen dalam dan luar katup yaitu untuk mendorong fluida menuju sisi luar yang berasal dari dalam katup.

Sedangkan jika terjadi aliran terbalik, plug akan menutup. Semakin besar aliran yang terjadi, plug akan menutup semakin rapat. Lift check valve ini biasa digunakan di proses pengaliran fluida gas. Pasalnya katup jenis ini dapat meminimalisir kebocoran dan korosi.

  • Swing Check Valve

Jenis check valve ini memiliki ukuran yang sama dengan diameter pipa, disk, atau penampang. Hal ini dirancang secara menggantung pada bagian atas. Prinsip kerja dari swing check valve ini adalah disk akan membuka saat aliran maju, dan akan menutup saat aliran sebaliknya.

Kegunaan dari jenis katup check ini yaitu risiko kehilangan tekanan yang rendah. Selain itu biaya perawatannya juga murah. Bentuknya seperti PVC.

Kekurangan yang dimiliki yaitu kebocoran fluida masih bisa terjadi serta kurang efektif jika digunakan pada aliran angin bertekanan rendah dikarenakan hambatan oleh penampang.

  • Backwater Check Valve

Jenis valve satu ini banyak digunakan pada sistem pembuangan air bawah tanah. Biasanya backwater check valve ini digunakan untuk kamar mandi. Jenis check valve ini sudah sering ditemui di sekitar kita. Bisa juga sebagai booster komponen lain.

Fungsi check valve jenis ini yaitu mencegah terjadinya aliran balik pada sistem pembuangan ketika terjadi banjir. Saat banjir, sistem pembuangan akan terpenuhi air yang bisa menyebabkan aliran balik. Penggunaan backwater check valve ini akan mengatasi masalah tersebut.

  • Disc Check Valve

Katup check satu ini terdiri dari beberapa komponen yang antara lain adalah body, disc, spring, spring retainer. Mekanisme kerjanya yaitu saat terjadi aliran maju, disc akan didorong oleh tekanan fluida sehingga juga mendorong spring yang membuat celah agar aliran fluida tersebut menuju outlet.

Begitupun sebaliknya saat terjadi aliran balik, disc akan menutup akibat tekanan fluida. Membuka dan menutupnya katup ini dapat dipengaruhi oleh jenis spring yang digunakan. Ada pilihan spring yang biasa digunakan, yaitu no spring, nimonic spring, dan heavy duty spring.

No spring digunakan saat perbedaan tekanan di katup kecil. Sedangkan nimonic spring digunakan dalam aplikasi suhu tinggi. Heavy duty spring digunakan guna mencegah uap boiler dari banjir saat unpressurised atau berada di bawah tekanan.

  • Swing Type Disc Check Valve

Pemasangan swing type disc check valve ini dibatasi oleh pipa berukuran besar dengan diameter DN80 atau lebih. Oleh karena itu, perlu didukung disc check valve agar mekanisme jenis check valve ini optimal.

fungsi check valve pvc

Disc check valve dapat digunakan pipa dengan ukuran mengerucut di satu sisi, sehingga swing type disc check valve dapat diaplikasikan pada pipa yang lebih kecil. Fungsi swing type disc check valve ini yaitu untuk menyalurkan aliran fluida dari inlet ke outlet.

  • Split Disc Check Valve

Jenis katup ini terdiri dari disk sebagai komponen utama. Pada bagian tengah disk merupakan bagian poros yang memungkinkannya bergerak membuka seolah terbagi menjadi dua. Hal ini bisa terjadi saat ada dorongan aliran maju yang benar atau akan menutup jika ditekan dari aliran yang salah.

Cara Kerja Check Valve

Selain fungsi check valve, mekanisme kerja check valve wajib Anda ketahui. Ketika laju aliran fluida sudah sesuai dengan arahnya, maka plug atau disk akan terbuka akibat laju aliran tersebut. Sedangkan jika ada tekanan aliran yang datang berlawanan, maka plug atau disk akan menutup.

Agar dapat bekerja optimal, maka check valve dan beberapa katup lainnya harus terpasang dengan benar mengikuti jalur aliran. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Check valve harus diposisikan secara horizontal dengan sempurna. Rem berfungsi untuk menghentikan prosesnya.

Hal tersebut agar dapat kuat dalam menerima tekanan aliran yang diterima atau menghadangnya. Dengan kondisi yang benar inilah check valve dapat berfungsi dengan baik. Mengerti hal ini tidak menjadikan Anda master, masih banyak yang perlu dipelajari. Saran saya tuliskan saja pada buku, agar ilmu yang ditulis lebih meningkatkan pemahaman.